Islam · Kontemplasi

Imam Tarawih

Malam ini, suami saya dapat giliran menjadi imam sholat tarawih di sebuah masjid kampus tempat kami kuliah dulu, sebut saja MBM (Masjid Baitul Maal) STAN.

Sebenarnya sih dulu pas masih ngantor, suami beberapa kali jadi imam sholat di masjid Al-Amin Kemenkeu tempatnya kerja, cuma kan itu udah hampir setahun yang lalu yah, jadi sudah ga pernah lagi jadi imam sholat jamaah, kecuali mengimami diriku ini. Hihihi. Nah jadilah si kakanda ini sibuk memurojaah kembali hafalan-hafalannya, buka puasa pun juga sedikit. Mungkinkah kakanda nervous? Hehe.

Ditengah denting piring buka puasa, muncullah obrolan singkat ala-ala saya dan suami.

(Ohya, sebelum obrolan ini terjadi, kami sempat menonton video seorang Ustadz yang mengomentari berbagai gaya para imam sholat tarawih, coba deh lihat pasti ketawa lihat gaya ustadnya hihihi.)

Nah karena video itu masih melekat di benak kami, jadilah muncul obrolan ini:

Saya: “Mas, kenapa yah kok kalau disini rata-rata imamnya terawih baca juz 1, atau juz berapa lah yang jelas bukan juz 30. Kalau di Pasuruan kayaknya selalu baca juz 30 yah.”

Suami : “Iya, gatau.”

Saya: “Kan kasian yah Mas ibu-ibu yang ga hafal jadinya bengong ga bisa ngikutin bacaan imamnya. Mana juga panjang kan biasanya, kemarin aja ada nenek-nenek yang ngomel karena imamnya kepanjangan, capek jadinya beliau itu, hehehe. Kalau yang juz 30 walau yang panjang-panjang kan pada familiar jadi masih bisa ngikutin ya gak sih.”

Suami: “Iya. Kenapa yah, jadi inget video itu, hehe. Semoga bukan karena gengsi takut dibilang hafalannya sedikit, atau dirasa gak keren kalau cuma baca juz 30.”

Saya: “Iyaaa, betuul!! Kalau jamaahnya emang kalangan paham agama mah enak-enak aja yah mau panjang kek mau surat apa aja hayok. Lha kalau masjid biasa, ibu-ibu dan mbah-mbah ini yang kasian.”

Suami: “Iya, nanti Mas mau baca juz 30 aja deh, suratnya juga yang sedeng aja ga panjang banget juga ga pendek banget.”

Saya: “Iya maaaas, semangat yaaa hihihi.”

 

Hayuklah semoga kelak ketika kita (kita? saya mah enggak bakal jadi iman hihihi) menjadi Imam sholat, mari kenali jamaahnya. Jangan ngebut jangan juga terlalu pelan, yang sedang ajaaa. Bacaannya juga jangan yang jauh-jauh, juz 30 ajaaa biar semua jamaahnya pada bisa ngikutin. Konon kabarnya, ketika makmum ga ngerti ini imam baca surat apa dan suratnya kebetulan panjang, si makmum akan ngelamun atau ngelantur jadinya (hyaah ini mah saya aja kali yah, emang dasar ga khusyuk -___-“)

Mari mari semangat tarawiiiih!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s