Cerpen

Dua Puluh

–Juara 2 Lomba Cerpen Winter Season by IMMA dan Simpul PPLN (STAN) “Growing up is never easy.” —Anonim. Bintaro. Penghujung tahun 2013.   Perlu menunggu hingga genap berusia dua puluh dulu, untuk kemudian menghimpun berkarung-karung keberanian sewarna perdu, lalu, sebuah helaan nafas panjang dan langit sudah harus sangat biru. Hujan tak boleh turun dulu, rambut… Continue reading Dua Puluh

Cerpen

Fausse Reconnaissance

—dikirim ke lomba cerpen mana gitu, tapi kalah. Eh, tapi dimuat di majalah muslimah di kampus. Sekitar awal tahun 2012. :’)— “Pasien menderita PTSD, Post Traumatic Stress Disorder,” “Lalu bagaimana, Dok?” “Kita bisa menanam ingatan baru, yang bisa mempercepat kesembuhannya dari PTSD,” “Menanam ingatan baru?” “Kita gunakan konsep paramnesia, paramnesia adalah ingatan yang keliru karena… Continue reading Fausse Reconnaissance

Cerpen

Tirai Langit

–Juara 3 IMMA Fest #01     Wanita itu menutupkan kain kerudungnya hingga menutupi sebagian wajah, sekuat tenaga menyembunyikan isak tangis dan butiran-butiran air dari ujung matanya yang memerah. Ia menangis dalam diam, menahan semua rasa sakit yang menusuk-nusuk tenggorokannya, mencengkeram erat lehernya, memeras-meras ulu hatinya, mendisfungsikan seluruh koalisi organ-organ tubuhnya. Membuat wanita itu tampak… Continue reading Tirai Langit

Cerpen

Percakapan Senja

–dimuat di Majalah Civitas, Edisi Mei 2012   Barangkali aku tidak salah, barangkali ini wajar saja, barangkali ini memang sebuah skenario yang dititipkan pada anak-anak Hawa. Barangkali, diam-diam, kamu juga sedang merasakannya. Aku memecah rindu ini menjadi tiga, sama seperti tahun-tahun yang kita habiskan untuk menikmati senja bersama-sama. Kemudian setiap serpihnya ku taburkan ditiap persimpangan… Continue reading Percakapan Senja