Keluarga · Kontemplasi

Menikah Lagi

Selalu ada perasaan yang bertumpuk-tumpuk yang melekat seiring dengan semakin dekatnya waktu persalinan. Bahagia? Jelas iya. Takut? Ah, ini sudah pasti. Ada banyak sekali hal yang saya takutkan. Yang pertama tentu saja: Kesehatan anak kami, dengan segala drama riwayat kehamilan-kelahiran-kematian anak-anak sebelumnya. Tidak bisa dipungkiri ketakutan itu masih ada, walau terkadang ia timbul tenggelam. Baca… Continue reading Menikah Lagi

Islam · Kontemplasi

Hujan yang Tak Romantis

Alih-alih romantis, belakangan hujan yang turun membuat saya ketakutan. Apalagi jika hujan turun di malam hari, dengan curahan yang derasnya tak tanggung-tanggung, juga kilat yang sambar-menyambar. Dan yang paling membuat saya takut adalah petir yang menggelegar. Duhai, rasanya seperti dibentak oleh semesta. Suaranya tak hanya memekakkan telinga tapi juga hati. Ketakutan ini akan semakin menjadi-jadi… Continue reading Hujan yang Tak Romantis

Kontemplasi

Masa Lalu, Masa Depan, dan Keputusan-Keputusan

Suatu hari pernah saya memuntahkan semua yang saya rasakan dengan tersedu-sedu pada suami, betapa saya sungguh tidak bisa berkompromi pada banyak hal. Tentang kekecewaan saya–yang kemudian semakin menegaskan kekakuan saya, dan keputusan-keputusan kami yang rasa-rasanya tidak pernah bisa dimengerti oleh orang lain. “Karena mereka belum mengalami kehilangan, dan barangkali dari situ, mereka belum merasakan betapa… Continue reading Masa Lalu, Masa Depan, dan Keputusan-Keputusan

Kontemplasi

Jakarta dan Kengerian Manusia

Segala hiruk-pikuk yang saya lakukan dua pekan ini harusnya membuat saya layak meraih gelar sebagai salah satu “Pejuang Jakarta.” Sesuatu yang dulu hanya bisa saya tonton lewat layar kaca sekarang menjadi pemandangan lazim tiap pagi dan malam, setiap harinya. Sebut saja Bundaran HI, Monas, Sudirman, Thamrin, Tanah Abang, dan jalanan Ibu kota yang setiap waktu… Continue reading Jakarta dan Kengerian Manusia