Keluarga

Memantaskan Diri Menjadi Ibu

Coba bayangkan.
Apa yang akan terjadi ketika seorang anak diberitahu bahwa ternyata ia anak pungut yang ditemukan di sampah, bapaknya adalah preman-perampok-pembunuh, dan ibunya adalah pekerja seks. Apa yang kemudian trjadi pada si anak? Tentu dia akan tumbuh menjadi anak yang minder, dia merasa hina karena orangtuanya, dia merasa tak pantas ada dimana-mana, dia rendah diri, demotivasi, dia akan selalu merasa bernasib buruk dan mungkin, dia ingin mati saja.

Coba bayangkan lagi.
Apa yang akan terjadi ketika seorang anak diberitahu bahwa bapaknya adalah guru besar insinyur yang membangun pesawat, memimpin sebuah negara, seorang yang terhormat dan dijadikan panutan banyak orang, dan ibunya adalah seorang dokter terbaik yang menolong banyak nyawa. Bahwa orangtuanya adalah orang orang hebat dan tangguh. Apa yang terjadi pada si anak? Tentu dia akan tumbuh menjadi anak yang percaya diri, terlepas dari kemampuannya sendiri, dia pasti meyakini bahwa kehebatan orangtuanya pastilah mengalir dalam dirinya juga. Memotivasi. Menyugesti. Mengakar dalam pikiran dan alam bawah sadarnya. Bahwa ia pun anak yang hebat, anak yang tangguh. Dan dia akan berusaha membuktikannya. Dengan karya karya besar. Dengan kerja kerja nyata yang bermanfaat. Dia malu jika tidak bisa melebihi atua minimal menyamai kedua orangtuanya.

Karena itulah. Saya memohon izin pada suami. Saya mau belajar sejarah. Kejayaan Islam. Kemenangan Islam. Betapa ia sungguh pernah terjadi. Betapa agama ini adalah haq dan ia tak perlu dipertanyakan lagi.
Kemudian darinya, kelak, ketika Allah mengizinkan kami untuk memiliki keturunan lagi, saya ingin bertutur pada anak-anak. Bahwa mereka adalah anak-anak muslim. Dan saya akan ikhtiar memastikan bahwa mereka tahu, paham, kenal, dan hafal betul bahwa Islam pernah jaya dan merdeka. Bahwa Islam adalah agama yang mulia. Agama yang haq. Agama yang adil. Bukan agama teroris, bukan agama yg mengekang wanita, seperti yang selama ini disampaikan dimana mana. Saya ingin mereka cinta pada Islam, bangga menjadi muslim. Dan darinya, semoga tumbuh di hatinya kerinduan akan kejayaan Islam. Kemenangan agama Allah di muka bumi. Mereka menjadikannya cita cita. Menjadikannya impian. Menghujam dalam hati, mengakar dalam jiwa. Kemudian semoga, mereka kelak menjadi bagian dari orang-orang yang mengembalikan kejayaan Islam. Pejuang pejuang Allah. Tentara tentara Allah. Darinya lah, sendi sendi agama ini kembali kokoh. Darinya lah, ummat ini kembali tegak dan disegani dunia.

Kenapa belajar sejarah?
Karena saya perempuan. Dan perempuan, ia mendorong ayunan, sekaligus mengguncang peradaban…

Bismillah. Ikutan Sekolah Sejarah dan Peradaban Islam (SSPI). Semoga Allah ridhoi ikhtiar ini. Aamiin..🙂

IMG-20151111-WA0018

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s