Keluarga · Pregnancy

Ternyata, Hamil Tidaklah Sederhana

Percayalah segala apa yang kalian katakan, sarankan, bahkan—somehow, I feel—paksakan, sudah kami lakukan. Dan tujuan saya menuliskan ini sebenarnya memang itu, untuk menjelaskan bahwa kami sudah konsultasi banyak hal, sudah periksa berbagai macam jenis virus ini itu, pun, sudah meminta tes genetik. Maafkan tulisan saya ini yang terkesan defensive. Saya tahu, segala macam saran yang teman-teman sampaikan adalah wujud perhatian dan kasih sayang kepada keluarga kecil kami.  Alhamdulillah, Alhamdulillah. Allah takdirkan kami berada di antara saudara-saudari yang tulus mencintai. Betapa bahagianya kami dengan perhatian tersebut, walau beberapa memang rasanya seperti, ummm, kurang nyaman di hati kami. Barangkali ini hanya masalah cara penyampaiannya saja.

Kami adalah dua orang yang sudah kehilangan dua bayi kami, berturut-turut. Hanya dalam waktu sekejap saja. Kami sangat welcome dengan segala saran teman-teman asalkan disampaikan dengan baik, kami pun akan sangat terbantu. Entah mungkin saya yang terlalu berlebihan, barangkali memang terlalu sensitive atau entah apa. Hanya rasanya, bertanya tentang ini dihadapan banyak orang, atau dengan nada memojokkan, atau seakan menyalahkan kami yang tak bisa mengurus bayi, atau seakan kami tak belajar dari pengalaman.

Astaghfirullah.. Astaghfirullaah..

Mohon dimaafkan atas segala salah saya, yang barangkali kondisi iman saya yang memang sedang rapuh, hingga tak mampu menangkap tanda sayang dan cinta dari saudara-saudari dan teman-teman.

Sepekan lebih pasca meninggalnya Falah, saya kembali menyusul suami ke Jakarta. Disini, kami menempuh hidup baru kami. Dengan begitu banyak perubahan-perubahan yang sengaja kami lakukan, demi masa depan yang tengah kami ikhtiarkan bersama. Pun, ikhtiar untuk kembali hamil, melahirkan, merawat serta mendidiknya hingga dewasa. Hingga kelak menikah, dan melahirkan cucu-cucu kami. Aaamiin.

Ikhtiar itu kami lakukan dengan kembali ke dokter kami yang dulu, dokter yang paham betul riwayat Hafsha dan Falah. Dokter favorit kami itu, dokter yang begitu memahami dan mengerti. Diantaranya banyak dokter yang terkesan menakut-nakuti pasien, dokter kami sungguh sangat santai dan membesarkan hati kami berdua…

“Yauda kamu langsung hamil lagi aja, biar ga stress mikirin yang kemarin. Biar cepet ada gantinya,”

“Lho boleh hamil langsung dok?”

“Iya,”

“Mau diperiksa dulu dook,”

“Periksa apa? Kamu sehat, suami kamu sehat. Kalian ga kenapa-kenapa. Itu bukan karena genetik, itu memang dari luar. Ga ada masalah. Kamu hamil sekarang juga boleh-boleh aja,”

Antara kaget dan senang sebenarnya, tapi kami tidak mau terlalu santai menanggapi ini semua. Sudah cukup dua anak kami meninggal ketika bayi. Anak ketiga dan selanjutnya harus sehat, harus selamat. Walau kamu pun tetap sadar, semua pasti sudah diatur-Nya.

Saya meminta untuk Tes TORCH, mulanya ditolak, diyakinkannya saya bahwa semua itu tidak ada hubungannya dengan TORCH. Tapi saya tetap memaksa, meminta rujukan ke laboratorium untuk periksa darah. Dan akhirnya dikabulkan juga. Ohya, sebenarnya sejak meninggalnya Hafsha, dan saya berencana hamil Falah saat itu, saya sudah melakukan screening beberapa jenis virus TORCH, walau enggak lengkap sih memang. Dan Alhamdulillah hasilnya negatif semua, makanya saya berani hamil lagi waktu itu ya karena hasilnya negative.

Ohya, TORCH adalah istilah untuk menggambarkan gabungan dari empat jenis penyakit infeksi yaitu Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Keempat jenis penyakti infeksi ini, sama-sama berbahaya bagi janin bila infeksi diderita oleh ibu hamil. Secara kasat mata, keempat virus ini tidak menunjukkan efek yang terlalu berbahaya bagi orang dewasa, tapi, akan sangat sangat sangat berbahaya ketika menyerang ibu hamil. Janin akan sangat rawan keguguran, bayi lahir dengan organ tubuh tidak sempurna, cacat bawaan, bahkan retardasi mental.

Untuk lengkapnya tentang TORCH silakan lihat di google sudah banyak informasi mengenai hal ini, memang tes ini penting sekali untuk para ibu yang merencanakan program hamil. Atau boleh cek kesini dan ini.

Sepulang dari dokter kami langsung ke Lab Prodia, Tes TORCH. Lengkap semuanya. Sayangnya, lagi ga diskon jadi ya agak lumayan juga harganya, hehe. Alhamdulillah, Allah toh tak kurang-kurang mencukupi rizki kami.

Ada 5 jenis virus, yaitu Toksoplasma, Rubella, CMV, HPV 1 dan HPV 2. Masing-masing dites untuk 2 hal: IGG dan IGM. Selang beberapa hari, keluarlah hasilnya:

Jpeg
hasil tes TORCH

Alhamdulillah. Alhamdulillah. Hasilnya negative semua kaaan… Ternyata benar apa kata dokter, saya ga kena TORCH, tapi toh screening pun tetap tidak ada salahnya kan, untuk meyakinkan diri kita sendiri. Dan, sebagai jawaban kalau ada yang bertanya; sudah periksa? Syudaah. Hehe.

9 thoughts on “Ternyata, Hamil Tidaklah Sederhana

  1. Firaaa. *hug* Rajinrajin ya nulisnya, supaya perkembangannya terpantau. Hehe.

    Been there pasca-SC. Adaaaa aja yang nanyain: Kenapa? Kenapa? Sampai capek.

    Semoga Fira diberikan hati yang lapaaaaaang sehingga komen-komen nggak perlu masuk ke hati.

    Semoga anak yang ketiga dan seterusnya sehat dan selamat, optimal tumbuh kembangnya baik jasmani maupun rohani.

    Baca ini, ingat penjelasan ustadzahku dulu. Kami dikasih tahu hal ini kelas 1 MTs, waktu beliau sharing pengalaman :’) Allah yarham.

    1. Perkembangan apa nih yang terpantau? Hehe. Iya nih, sebenarnya juga mungkin ketika nanyain pas aku lagi bete, jadi sebel deh, huhu. Padahal mah semuanya baik dan perhatian padakuu hehe.
      Jazakillahu khoiron doanya mba ipeeh, sehat sehat juga yaa kakak nayla, sun sayang dari ammah :*

    1. Iyap, IGG rubella dan CMV positiv mba, tapi IGM-nya negatif.
      Beda IGG dan IGM adalah, ketika IGG positif, itu tandanya dia punya sistem imun melawan virus tersebut. IGG rubella dan CMV saya positif, artinya saya imun terhadap rubella dan CMV. Imunitas ini didapat dari 2 hal, yang pertama karena memang sudah pernah terinfeksi sebelumnya, kemudian tubuh secara otomatis membuat daya tahan. Yang kedua, memang sengaja melakukan vaksinasi. Vaksin ini sudah banyak kok mba dibeberapa tempat🙂

      Untuk IGM, itu menunjukkan apakah sedang terinfeksi saat ini atau tidak. Ketika nilai IGG positif dan IGM positif, maka artinya bahaya, sedang terinfeksi dan dilarang hamil. Tapi kalau nilainya IGG positif dan IGM negatif, artinya tubuh sedang tidak terinfeksi dan boleh hamil…
      Apapun itu, sebaiknya pasca tes TORCH memang langsung ketemu dengan dokternya biar bisa dijelasin selengkap-lengkapnya. Hhe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s