Rindu

Purnama

Barangkali memang aku hanya membutuhkan air mata, untuk terus mewakilkan kebersalahan pada sepoi angin di musim kemarau. Atau pada daun yang meranggas dan tak lagi menyemai butiran mimpi anak-anak semut di pagi hari. Atau bahkan, laut yang merindukan senja memerah untuk kembali dipertemukan dengan lelangit yang tak lagi biru.

Hingga akhirnya aku bisa memutuskan untuk berkata tidak dengan sangat tegas. Sekalipun, bahkan, keindahan yang meluap-luap dan terlalu tidak mungkin untuk diabaikan begitu saja. Tetap saja, ada sebongkah kekalutan yang meneguhkan kata tidak, juga pada hujan tergesa-gesa yang jatuh di musim bunga. Tidak. Ah, andai tak perlu berkata seperti ini.

Penyebabnya bukan terletak pada iman, karena sesungguhnya, manusia mana yang tahu sampai di tingkat keberapakah iman seorang manusia yang lain?

Tapi ini masalah hati yang lelah berlari,

hati yang rindu pada kedamaian bersama ketukan sepi.

Hati yang sedang rindu pada kekhusuyakan,

rindu pada kesunyian,

rindu pada isak tangis bersama rembulan,

rindu pada penggenggam jiwa yang paling paripurna.

Rindu akan keutuhan seorang manusia.

Rindu itu, yang mungkin tidak bisa ditebus dengan sekedar kata iya untuk purnama.

Terlalu nyalang, akan sangat menyilaukan,

Ah, andai engkau tahu betapa aku akan terus berlari terbirit-birit tuk menyamai langkahmu. Andai engkau tahu betapa aku akan sangat kerdil disejajarkan denganmu. Andai engkau tahu bahwa aku sebenarnya tak sebaik yang engkau pikirkan. Maka, jika tetesan kata ini terlalu menyakitimu, ketahuilah bahwa aku sudah menyakiti diriku sendiri berkali-kali agar sakit itu tidak lagi tersisa untukmu. Biar ku kecap saja sakitnya, sebagai titik akhir kesemuan ini. Titik akhir gurat senja sebelum purnama menelannya.

2 thoughts on “Purnama

  1. fir, widya baru baca ini dan suka suka suka :’)
    purnama, senja..
    kemarin pas lewat SC tak ada purnama ya? semoga ada satu masa memandang purnama bersama. sepertinya perlu untuk menyengaja merencanakannya..🙂

    *seneng komen di tempat fira, padahal ini tulisan lama.. boleh y fir? ^^v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s