Mimpi

Sabung Mimpi

Musim bunga sudah berlalu, sejak seribu kali purnama tenggelam. Dihari ketika kita berhenti menadah hujan, engkau menjadi dirimu—sejak saat itu; sedangkan aku kelimpungan, kehilangan pegangan tangan. Hanya tersisa selembar malam, untuk menjadi juragan sabung mimpi: antara puisi, ataukah undang-undang perbendaharaan. Engkau bersikukuh, bahwa tak ada yang lebih sendu dibanding langit yang berpendar, menelusupkan sebaris kalimat… Continue reading Sabung Mimpi