Perjuangan · Pregnancy

Pemeriksaan Medis bagi Ibu Hamil Riwayat Obstetri Buruk

 

pemeriksaan-medis

Riwayat Obstetri Buruk.

Yah, judulnya gitu banget ya. Pertama kali saya denger juga berasa sedih, tetiba terlintas gizi buruk, kemudian jadi berfikir: emang saya kayak gitu banget ya? Hiks. Tapi yasudahlah, memang “nama panjang” itu lah yang kini menjadi status yang tertera di segepok dokumen pemeriksaan kehamilan saya. Secara medis memang riwayat obstetri saya buruk, dua kali melahirkan tapi usia anak saya tak belum ada yang panjang. TapiΒ bukan berarti anak-anak kami selanjutnya juga sama seperti kakak-kakaknya doong. Alhamdulillah saya sudah enggak baper lagi menjalani kehamilan ini, sudah selesai semua drama dan ketakutan-ketakutan itu. Sekarang, bismillah, saatnya berjuang bersama dengan dedek bayi anak ketiga kami ini!

Baca:Β Kehamilan Ketiga: Antara Takut dan Bahagia

Ada banyak hal yang saya dan suami harus perjuangkan bersama-sama. Mulai dari memperbaiki ibadah kami, amalan-amalan sunnah kami, doa-doa yang harus lebih khusyuk, juga ikhtiar semaksimal mungkin. Nah, masalah ikhtiar ini barangkali sesuatu yang bisa kami bagi. Bukan untuk apa sih, tapi barangkali ada pasangan-pasangan lain di luar sana yang sedang merasakan kekalutan dan kesedihan yang sama seperti yang kami alami, be brave, Allah karuniakan kita ujian seperti ini karena kita mampu, insya ALLAH. Jadi mari yuk, kita sama-sama berjuang. Selalu ada jalan bagi hamba yang tak pernah putus asa, ya kan? πŸ™‚

I.Β  Β Β SCREENINGΒ TORCH

Yang pertama-tama kami lakukan adalah melakukan screening TORCH. Sebelum merencanakan kehamilan, apalagi sebelum benar-benar mengusahakan kehamilan, bagi saya langkah pertama yang harus diambil adalah screening TORCH.

Apa itu TORCH? TORCH adalah istilah yang mengacu kepada infeksi yang disebabkan oleh beberapa virus yang tampak aman dan tidak berbahaya pada orang normal, beberapa bahkan tidak menampakkan gejala fisik apapun, namun sangat besar efeknya jika terjadi pada ibu hamil. Ibu hamil yang terinfeksi TORCH bisa menyebabkan bayinya mengalami kelainan bawaan seperti kerusakan otak, kelainan jantung, gangguan pertumbuhan, gangguan saraf pusat, keterbelakangan mental, dan dalam beberapa kasus bisa menyebabkan keguguran dan kematian bayi.

torch
Virus TORCH

Saya pribadi sebenarnya sudah melakukan Tes TORCH sebelum hamil anak kedua, tapi karena pada dasarnya TORCH ini sama sekali tidak terasa efeknya pada orang normal, saya jadi kepikiran jangan-jangan saya terinfeksi TORCH cuma enggak kerasa? Maka dari itu, sebelum memulai program hamil, saya meminta dokter SPOG saya untuk memberi surat rujukan cek darah di laboratorium, untuk melakukan Screening TORCH lengkap.

Kenapa harus sebelum hamil? Karena ketika kita belum hamil dan melakukan pemeriksaan, kemudian ternyata kita terinfeksi TORCH, kita bisa fokus menyembuhkan diri dulu. Jangan hamil dulu, tahan dulu, sembuhkan dulu TORCH-nya, cek lagi setelahnya, jika memang sudah membaik maka silakan dimulai program hamilnya.

Memangnya kenapa kalau sudah hamil tes TORCH? Ya gak papa juga sih, cuma dari banyak sumber yang saya tahu, TORCH yang menginfeksi ibu hamil tidak bisa diapa-apakan, satu-satunya yang bisa dilakukan adalah meminimalisir pengaruhnya pada janin, sedang resiko TORCH menginfeksi janin itu besar sekali, apalagi jika terjadi pada ibu hamil di trimester pertama kehamilan. Resiko bayi mengalami kecatatan berkisar antara 80% keatas.

Maka waktu terbaik untuk screening TORCH adalah sebelum hamil. Bukan saat hamil. Begitulah yang saya tahu. Tapi saya sadar diri tidak punya background medis sama sekali, jadi silakan tambah referensinya dengan bertanya ke dokter atau minimal baca-baca referensi lain ya. Ini ada beberapa referensi artikel tentang TORCH:

Link TORCH : Pengertian TORCH dan Pencegahannya
Link TORCH : Edukasi TORCH untuk Masyarakat Indonesia

Ohya, terkait screening TORCH yang saya lakukan. Saya sudah jauh-jauh hari banget screening TORCH. Alhamdulillah hasilnya negatif semua, saya sudah pernah menuliskan tentang ini sebelumnya ya, pasca kematian anak kedua saya langsung periksa salah satunya TORCH ini.

Baca : Ternyata, Hamil Tidaklah Sederhana

Screening TORCH ini bebas bisa dilakukan di laboratorium mana saja, bisa juga dilakukan di RS dengan BPJS. Tapi saya dan suami memilih ke Lab Prodia di Bintaro Sektor VII, biayanya agak lumayan sih seingat saya sekitar 2,5 juta (akhir tahun 2015). Kok mahal banget? Iya hehe, karena memang TORCH itu kan utamanya ada 4 virus (Tokso, Rubella, CMV, HPV) dan masing-masing diperiksa untuk dua kondisi yaitu IGG dan IGM (sedang terinfeksi dan pernah terinfeksi) jadi total ada 8 jenis pemeriksaan. Biaya masing-masing berkisar antara 200-300 ribu, jadi kalau langsung periksa 8 jenis ya tinggal dikali aja angkanya.

Harus langsung delapan delapannya kah? Enggak, boleh satu-satu dulu. Misal tokso aja IGG dan IGM, ya palingan habis cuma 400-600 ribu. Makanya lebih baik ke dokter dulu untuk konsultasi, perlu screening lengkap 8 jenis itu kah, atau cuma perlu satu-dua pemeriksaan aja, atau malah enggak perlu sama sekali? Hehe.Β Saya pribadi karena memang sudah menyiapkan dana khusus untuk pemeriksaan ini, jadi prefer untuk langsung periksa TORCH lengkap.

Ohya FYI Prodia itu sering ada diskon lho, sayang pas saya cek TORCH ini lagi ga ada diskon, jadi ga bisa ngirit deh. Hehe.

2.Β  Β SCREENING DOWN SYNDROM

Segera setelah saya positif hamil melalui testpack, buru-buru langsung ke dokter kandungan. Di bulan pertama kehamilan, usia kandungan 5 minggu saya memeriksakan diri untuk memastikan kalau memang ini hamil, dan jelas ada kantong kehamilannya. Kemudian di usia kandungan antara 8-12 minggu saya juga memeriksakan diri lagi kontrol USG seperti biasa ke dokter kandungan. Tapi khusus di usia kandungan ini, saya merelakan diri untuk USG transvaginal (lagi!) demi bisa melihat dengan jelas kondisi janin.

photogrid_1472303326308
Usia kandungan 8-9 minggu via USG Transvaginal.

Di usia 8-12 minggu, deteksi Down Syndrom (DS) dilakukan dengan mengecek adanya Nuchal Translucency (NT), yaitu semacam penebalan di belakang leher yang mengindikasikan adanya DS. Jadi buat para ibu hamil yang masih di kisaran usia 8-12 minggu, jangan lupa ingatkan dokter yaa, minta diperiksa dengan teliti ketebalannya. Jika memang dokter kandungan merasa ketebalannya tidak wajar, dokter biasanya akan merujuk pasien untuk melakukan screening fetomaternal. Tapi kalau enggak, alhamdulillah berarti anak kita insya Allah sehat bebas resiko DS.

Ohya, belakangan saya juga tahu bahwa deteksi DS juga bisa dilihat dari bentuk kaki dan letak jempol kaki janin yang biasanya disebut dengan Sandal Gap (di usia kandungan sekitar 20 minggu). Jadi bagi ibu hamil yang sudah kelewatan usia 8-12 minggu tapi belum melakukan deteksi DS, bisa dicoba untuk usia kandungan 20-23 minggu, dilihat bentuk kakinya. Silakan minta diperiksa oleh dokter kandungan masing-masing yaaa!

Link Down Syndrom : Down Syndrom pada Janin
Link Down Syndrom : Tentang Down Syndrom

Screening Down Syndrom ini jadi satu dengan kontrol rutin bulanan ya, jadi tidak harus berupa screening khusus. Soal biaya biasanya berbeda tergantung RS atau klinik dokter yang kita tuju. Tapi memang untuk USG Transvaginal biasanya sedikit lebih mahal dibanding USG abdomen (lewat perut). Sebagai gambaran, di tempat saya periksa di Bintaro Woman and Children ClinicΒ biaya USG Abdomen kisaran 175 ribu, sedang USG Transvaginal kisaran 200-an ribu. Beda dikit doang sih hehe.

3.Β  Β SCREENING FETOMATERNAL

Sebagai Ibu Hamil dengan Riwayat Obstetri Buruk, dan mengalami semacam ketakutan psikis ketika hamil, saya mengolah ketakutan itu dengan cara: minta diperiksa sebanyak-banyaknya! Haha. Dokter kandungan saya di BWCC sebenarnya sudah mengatakan bahwa anak ketiga kami ini–sejauh pengamatan dan pemeriksaannya–normal dan sehat, tidak ada indikasi kecurigaan apapun. Tapi yah namanya juga udah dua kali berturut-turut kena musibah anak meninggal, jadi ya walau dokter bilangnya semua bagus, saya tetep aja dong kepikiran macem-macem.

Untungnya dokter saya ini baik, jadi beliau kabulkan permintaan saya untuk pemeriksaan detail. Salah satunya ya ini, screening fetomaternal.

Apa itu screening fetomaternal? Gampangnya, ini adalah pemeriksaan bagi kehamilan beresiko tinggi yang menganalisa kondisi bayi dengan detail dan akurat sehingga bisa mendeteksi kelainan janin di dalam kandungan. Apa semua ibu hamil harus screening ini? Oh enggak dong, hanya ibu hamil yang dideteksi janinnya bermasalah lah yang disarankan untuk melakukan pemeriksaan ini.

Misalnya seperti yang saya bilang tadi, ada ketebalan tidak wajar di belakang leher janin sehingga dokter kandungan menaruh kecurigaan adanya Down Syndrom, nah sebelum vonis Down Syndrom ini diketuk palu, dokter akan merujuk ke ahli fetomaternal dulu. Selain itu misalnya ada cairan di kepala janin, yang mana dikhawatikan hidrochepalus, atau bisa juga misalnya bibir sumbing, kelainan jantung bawaan, atau ya yang semacamnya lah.

Intinya dokter kandungan subspesialis fetomaternal ini punya mata yang lebih tajam dan jeli, serta alat yang lebih canggih, sehingga bisa menangkap gejala dan tanda pada janin yang tidak bisa ditangkap oleh dokter kandungan pada umumnya. Begitu.

img20161208213541

Link Fetomaternal : DSOG / Obgyn for High Risk Pregnancy Jakarta
Link Fetomaternal : Klinik Fetomaternal RSAB Harapan Kita

Ohya, ada sedikit drama sebelum saya memutuskan berangkat screening ini. Ada semacam kesepakatan antara saya dan suami bahwasannya kami akan senantiasa berikhtiar semaksimal mungkin selama ikhtiar tersebut diperbolehkan syariat. Dalam konteks ini, semua ikhtiar kami ini harus didampingi dengan dokter perempuan. Daaan disinilah mulai muncul dilema. *halah*

Ketika kami minta rujukan ke dokter kandungan rutin kami di BWCC, beliau menyebutkan beberapa nama dokter fetomaternal terbaik di Jakarta. Sebut saja dr. Azen Salim (beliau dokter yang menangani kelahiran cucunya Presiden SBY lho! *penting banget*) dan dr. Bambang Karsono. Huwow dua-duanya laki-laki.

Berbekal niat tulus ingin ikhtiar terbaik, saya bersepakat dengan suami untuk mencari dulu dokter perempuan. Googling kesana kemari dan bertemulah nama-nama ini:

  1. dr. Azen Salim, spOG — RS Pondok Indah (Jakarta Selatan)
  2. dr. Bambang Karsono, spOG (K) — RSCM, RS YPK Mandiri (Jakarta Pusat)
  3. dr. Noroyono Wibowo, spOG — RSCM, RS Bunda Menteng (Jakarta Pusat)
  4. dr. Ali Sungkar, spOG — RSCM (Jakarta Pusat)
  5. dr. Yuditia Purwosunu, spOG — RSCM (Jakarta Pusat)
  6. dr. Yudianto Budi Suroyo, spOG — RSCM (Jakarta Pusat)
  7. dr. Wiku Andonotopo, spOG — Β RS Eka Hospital BSD (Tangerang Selatan)
  8. dr. Gatot Abdurrazaq, spOG — RSAB Harapan Kita (Jakarta Barat)
  9. dr. Sadina Pramuktini, spOG — RSAB Harapan Kita (Jakarta Barat)
  10. dr. Ivan Adenin, spOG — RSAB Harapan Kita (Jakarta Barat)
  11. dr. Novan Satya, spOG (K) — RSAB Harapan Kita (Jakarta Barat)
  12. dr. Eva Rosia, spOG — RS Hermina Ciputat (Tangerang Selatan)
  13. dr. Sri Pudyastuti, spOG (K) — RS Bunda Aliyah (Jakarta Timur)

Saya sedih sebenarnya, dari sekian banyak dokter ini yang perempuan kok cuma tiga. Tapi ya ga apa lah ya, saya ga bisa bayangin kalau di daerah selain Jakarta malah gimana bisa jadi ga ada dokter feto sama sekali. Hiks.

Pilihan kami jatuh ke dr. Sadina Pramuktini di RSAB Harapan Kita. Kenapa beliau? Pertama karena beliau praktek di RSAB Harapan Kita, ini adalah rumah sakit khusus Ibu dan Anak yang terbaik bukan hanya di Jakarta, tapi juga di seantero Indonesia Raya. Pasien rujukan dari Sabang sampai Merauke *yak lebay* ya dirujuknya kesini, otomatis kemampuan dokter dan fasilitas alatnya harus jempolan dong ya. Sebenarnya sih ahli feto terbaik ada di RSAB Harkit dan RSCM, tapi kalau RSCM kan campur dengan berbagai penyakit lain ya, bukan khusus ibu dan anak, jadi kalau based on feeling kami sih RSAB lebih excel dalam bidangnya.

Kedua, kenapa bukan dr. Eva Rosia yang bahkan deket banget di Hermina Ciputat? Tinggal wuss wuuss udah nyampe? It’s simply because of the name: Hermina! Hahaha. Hermina dimana-mana itu kok kayaknya mahal banget di benak saya. Saya sempat cari info juga sih kesana, dan konon kabarnya biaya screening feto bisa sejuta lebih. Walaupun kami sudah menyiapkan dana khusus, tapi kan tetep lah yaa kalau ada yang murah kenapa harus pilih yang mahal? *emak-emak banget*

Kenapa juga bukan dr. Sri Pudyiastuti di RS Bunda Aliyah? Pertama karena kami ga ngerti itu dimana *duh alasannya gak banget* dan kami juga ga ngerti gimana reputasi RS tsb. Yaudalah ya, udah ada RSAB Harkit yang udah jelas-jelas murah meriah dengan kualitas bagus, jadi saya emang ga pake galau milihnya.

 

img20161209075542
salah satu foto hasil USG Fetomaternal, pemeriksaan Nasal Bone (tulang hidung)

Berbekal surat rujukan dari BWCC, saya mendaftar di Klinik Anyelir RSAB Harkit dan mendaftar untuk periksa fetomaternal dengan Tim USG. Wait, Tim USG? Iyes. Di harkit pemeriksaan feto dilakukan oleh tim, jadi tidak hanya dengan satu dokter. Agak dilema tadinya karena tim USG ini tidak bisa dipilih, sudah given by schedule (yang mana schedule-nya enggak dipublish huft) Jadi percuma dong milih dokter? Enggak lah, kan Allah Maha Mengabulkan segala doa. Β πŸ™‚

Saya bisikin ya, kalau mau periksa Feto di RSAB Harkit dengan dr. Sadina, datanglah pagi-pagi sekali di hari Rabu. Alhamdulillah Allah beri kami kemudahan, saya diperiksa oleh Tim USG Feto yang dua-duanya dokter perempuan. Dr. Sadina dan dr. Ika, juga ada beberapa bidan juga disana.

Diperiksa gimana? Sama seperti USG 2D biasanya, bedanya, pemeriksaan ini lebih luengkaaap-kap-kap-kap, dari ujung kepala, otak kanan otak kiri otak besar otak kecil, kelengkapan lensa mata, bentuk nassal bone (tulang hidung), bentuk bibir (sumbing atau enggak), kelengkapan jari, ginjal, aliran darah janin, bentuk tulang punggung, ukuran lambung, saluran kemih janin, paru-paru, jantung, alat kelamin, tulang paha, bahkan sampai bentuk telapak kaki dan posisi jempol kaki janin. Plasenta, pembuluh darah tali pusat, dan kandung kemih saya pun juga diperiksa. Banyak deh, saya ga inget apa aja. Semua diperiksa satu-satu, diteliti ukurannya, bentuknya, posisinya, dan yang paling bikin seneng, sama sekali enggak buru-buru. Total saya masuk ruang USG hampir DUA JAM lho! Puas bangeeett lah, dikasihtau segala macam, tanya apapun juga dijawab, dimana coba USG 2 jam ya ga? πŸ˜€

Ohya, waktu terbaik untuk melakukan Screening Fetomaternal adalah di usia kandungan 18-25 minggu. Saya sendiri periksa di usia 24 minggu.

Link Fetomaternal : Kapan diperlukan Pemeriksaan Fetomaternal?

Berapa biayanya? Hahaha. Saya bahagia banget lah dengan biayanya. Saya udah agak keder bayangin berapa duit nih, secara ya dua dokter, dua jam pulak, USG bukan cuma 2D tapi juga 4D. Belum itu berapa belas foto yang diprint. Ga pake BPJS atau asuransi apapun lagi. Jutaan? Tetooot!! Cuma 440 ribu yeaaay *nangis terharu depan kasir* ❀

Saya beneran shock loh cuma 440 ribu, bengong di depan mas-mas kasirnya. Ini Jakarta bung! Duit 400 ribu untuk pemeriksaan seheboh itu, duhai sungguh Allah Maha Pemurah yaaa. Saya aja hamil anak pertama tahun 2014 dulu, periksa di RSIA di Menteng cuma USG Abdomen 2D, konsul paling cuma 10-15 menit, ga dikasih obat, udah hampir 500 ribu loh bayarnya! Ini kok heboh gini cuma 440 ribu, ya disatu sisi memang RS Pemerintah ya. Tapi tetep aja sih murah banget. Pantesan di Hermina sampai jutaan. Duh, saya seneng banget deh pokoknya. Ohya, lebih seneng lagi karena ternyata semuaaaa organ dedek bayi sehat, normal, tidak ada indikasi apapun. Alhamdulillah, alhamdulillah alladzi bini’matihi tatimussholihaat.Β  ❀

4. Β Β  USG 4D

Pemeriksaan selanjutnya adalah USG 4D. To be honest ya, saya dan suami sebenarnya merasa USG 4D itu hore-hore, ga ngefek juga sebenarnya. Lah kelainan janin itu udah bisa dideteksi dengan USG 2D kok, satu-satunya nilai plus USG 4D adalah: biar bisa pamerΒ foto di Instagram kayak gini! Wahaha.

img_20161207_182533
Pertama kali lihat foto si dedek langsung mbatin: Mirip banget sama Kakak Hafsha!

Konon kabarnya USG 4D di beberapa RS Swasta di Jakarta berkisar antara 700 ribu hingga 1 juta. Mahal? Iyes. Dia dilengkapi dengan fasilitas sekunder seperti VCD sih, jadi pemeriksaan via USG 4D ini direkam, dimasukin CD, dan diberikan kepada pasien. Jadi biar bisa dijadikan kenang-kenangan gitu.

Saya sebenarnya tiap hamil juga USG 4D sih haha, tapiiiiii, di tempat saya periksa harganya ga segitu yaaa. Di Bintaro Woman and Children Clinic tempat saya periksa cuma 250-an ribu, ga jauh-jauh bedanya dengan yang 2D, ya walau enggak dapat VCD sih, tapi kalau cuma foto print kayak gambar diatas mah dapet.

Kehamilan ketiga ini saya ga berniat USG 4D sih karena niatnya hemat mihihi, tapi berhubung ternyata include dengan USG Fetomaternal, dikasih foto print-nya juga, ya alhamdulillah. Niat berhemat sudah terlaksana πŸ˜€

5. Β SCREENING FETAL ECHO CARDIOGRAPHY

Fetal Echo Cardiography (atau sebut saja Fetalecho) ini masih saudaranya Fetomaternal. Mirip-mirip gitu lah pemeriksaannya. Tapi, tetep ada bedanya dong. Kalau Fetomaternal itu khusus mendeteksi kelainan janin, Fetalecho lebih spesifik lagi, dia khususon kelainan jantung pada janin.

Memang ketika screening fetomaternal, dokter enggak banyak berkutat di masalah jantung. Ya beliau periksa juga, tapi memang beliau juga bilang, kalau jantung ini ada yang lebih ahli lagi daripada beliau. Siapa? Ya dokter kandungan subspesialis fetalecho ini.

Jantung kan emang ribet ya, ada bilik kanan kiri, serambi kanan kiri, belum lagi katupnya, salurannya, pembuluh darahnya, dan entah apa lagi. Jadi perlu pemeriksaan khusus yang fokus untuk jantung.

Hasil pemeriksaan fetomaternal sih menyatakan jantung dedek bayi sehat dan normal, tapi kan emang dari awal saya bilang yah saya mengolah ketakutan saya dengan cara periksa sebanyak-banyaknya, maka saya dengan senang hati meminta dirujuk ke Fetalecho. Tadinya saya dirujuk ke dr. Ivan Adenin di RSAB Harapan Kita juga, tapi berhubung saya request dokter perempuan, dr. Sadina merujuk saya ke dr. Winda. Masih sama-sama di RSAB Harapan Kita, tapiii bedanya dr. Winda ini di poli anak, bukan poli kebidanan/kandungan. Mihihi. Ya soalnya yang perempuan beliau doang, saya sih oke-oke aja.

Kapan Screening Fetalecho dilakukan? Sebaiknya dilakukan di usia 27-32 minggu. Nah berhubung saya sekarang masih 25 minggu, jadi yah bulan depan aja deh screening-nya.

Btw, ada yang sudah pernah Screening Fetalecho? Atau pernah periksa ke dr. Winda Harkit? Mau dong dibisikin gimana pengalamannyaa πŸ˜€

6. Β  AMNIOCENTESIS

Masih ada lagi? Wkwkwk. Capek ya bacanya? Saya juga capek nulisnya nih, capek dan laper sih *lah curhat Β πŸ˜€

Apakah gerangan amniocentesis ini? Begini, dalam prosedur pemeriksaan bagi ibu hamil beresiko tinggi, ada semacam alur pemeriksaan:

USG 2D biasa -> USG Fetomaternal (dan atau USG Fetalecho) -> Amniocentesis

Amniocentesis adalah sebuah tindakan invasif. Beda dengan pemeriksaan sebelumnya yang sifatnya cuma pengamatan melalui layar USG, amniocentesis perlu tindakan langsung dari dokter ahli.

Sederhananya, amniocentesis ini adalah pemeriksaan untuk mengetahui kelainan genetik pada janin dengan cara mengambil sampel air ketuban. Sampel air ketuban yang didapat akan diperiksa di laboratorium untuk dipastikan adakah kelainan kromosom disana.

Bagaimana caranya? Dengan memasukkan jarum suntik ke perut ibu, dibantu dengan USG untuk memastikan posisi bayi supaya tidak terkena jarum suntik. Contohnya seperti di gambar ini:

14755_26_10_12_5_29_11_9695143
Tindakan Amniocentesis

FYI, tidak ada satu pun dokter yang merekomendasikan saya untuk melakukan pemeriksaan ini. Hehe. Yaiyalah, saya juga gamau sih, lah serem gitu kelihatannya.

Pertama, karena memang sejauh ini hasil pemeriksaan menyatakan anak saya normal, sehat, tidak ada indikasi apa-apa. Jadi amniocentesis adalah pemeriksaan yang terlalu berlebihan untuk dilakukan.

Kedua, karena tindakan amniocentesis ini susah dan hanya boleh dilakukan oleh dokter ahli, dan di Rumah Sakit tertentu saja. RSAB Harapan Kita dan RSCM adalah salah dua RS yang memiliki izin melakukan tindakan amncentsesis.

Apakah amniocentesis ini aman? Sebenarnya sih aman, jika dilakukan oleh ahli yang kompeten dan berizin, dan didukung oleh alat yang memadai. Tapi apakah bebas resiko? Sayangnya tidak.

Beberapa resiko amniocentesis adalah:

  1. Keguguran
  2. Cedera pada janin
  3. Infeksi
  4. Kram dan perdarahan pada vagina
  5. Bocornya cairan ketuban

Yak, serem ya? Hehe, ya memang kalau ga perlu ya ga usah, tapi kalau memang ada indikasi yang serius dan dokter menyarankan, ya sebaiknya dilakukan juga. Selama memang dibutuhkan ya. Karena manfaat dari amniocentesis juga besar. Ini adalah satu-satunya jenis pemeriksaan yang bisa memberikan hasil dengan sangat akurat. Beda dengan pengamatan via USG yang sangat mengandalkan kejelian mata dokter dan kecanggihan alat, yang mana masih terbuka kemungkinan salah diagnosa. Amniocentesis memiliki persentase salah diagnosa yang sangat kecil.

Silakan dibuka beberapa referensi terkait amniocentesis:

Link AMNIOCENTESIS : Amniocentesis : Indikasi, Resiko dan Video
Link AMNIOCENTESIS : Amniocentensis

Nah! Akhirnya selesai sudah huhu panjang banget sih ini tulisan ya. Total ada 6 jenis pemeriksaan, ada yang sudah saya lakukan, ada yang belum, ada juga yang tidak perlu dilakukan. Tapi sebenarnya kalau mau jujur sih pemeriksaannya ga cuma ini. Masih ada pemeriksaan lain seperti USG rutin setiap bulan, cek darah hematologi lengkap untuk mengetahui kondisi sel darah merah, leukosit, trombosit dkk, juga pemeriksaan urine lengkap, serta pemantauan tekanan darah dan kadar gula ibu hamil.

Tapi saya yakin pemeriksaan itu memang wajib, jadi semua ibu hamil ya otomatis harus periksa. Beda dengan pemeriksaan yang saya jelaskan diatas tadi, ga semua ibu hamil familiar kan pastinya. Eh tapi, saya juga mendoakan kok semoga para ibu hamil dan calon ibu hamil enggak ada yang mengalami apa yang saya alami, jadi ga perlu pemeriksaan ribet kayak saya. Kan lumayan yah, duitnya ditabung aja buat beli baju-baju bayi yang lucuk dan bikin gemes, haha Β πŸ˜€

Buat para ibu hamil diluar sana yang ternyata sedang sama-sama berjuang dengan kehamilannya, be brave mommies! Allah kasih kita ujian ini pasti karena ada banyak sekali hikmah yang kita ambil, dan barangkali dengan ujian ini Allah sedang menaikkan derajat kita. Pukpuk yaa jangan galau dan sedih lagi, you’re not alone. Saya pun juga sedang berjuang. Semangat yaaa, bismillah! :’)

signature

Advertisements

37 thoughts on “Pemeriksaan Medis bagi Ibu Hamil Riwayat Obstetri Buruk

  1. Maaaakk, thanks loh udah share, manfaat banget. Boleh aku share ya. Semoga baby yg dinaktikan lahir dengan sehat dan selamat ya mak. Insyaallah ya mak, Aku ikut ngedoain. πŸ™‚

    salam kenal πŸ™‚

  2. Hai Mbak, beruntung aku nemu link blog ini. Aku juga ada riwayat obstetrik buruk karena anak pertama meninggal dalam kandungan, hamil kedua blighter ovum. Sekarang lagi promil lagi di Sam Marie. Dokter sih nyaranin tes TORCH, hematologi lengkap, diabetes, hormon, sama kekentalan darah. Doakan biar cepet hamil lagi yaa. Jangan lupa sering-sering share info tentang kehamilannya ya biar aku bisa baca-baca juga.

    1. Halo Mbak, peluk erat dari sini.. Semoga promilnya lancar yaa, semoga hasil pemeriksaannya juga bagus, biar cepet hamil lagi dan sehat selama bunda dan dedek. Aku juga dulu agak lama sih ikhtiar buat hamil yg ini, semoga Mbak dimudahkan yaa. Insya Allah aku akan update terus kalau ada pemeriksaan lagi. Stay strong ya, Mbak! πŸ™‚

  3. Serius aku merinding baca proses yg amniocentesis mbak.. Ga kebayang disuntik di perut.. Belum lagi resikobya :(. Alhamdulillah kehamilanku selama ini sehat dan lancar..

    Yg usg 4d, aku malah ga prnh mau loh mbak. Sereeem hahahaha..liat bayinya gt.. Mending sabar aja nunggu ampe lahirlah.. Ga pernah bgs bentuk bayi dlm 4D.

    1. Sama Mba, aku juga wow banget lihatnya amniocentesis, hehe. Alhamdulillah ya Mba kalau selama ini kehamilannya sehat dn lancar, ikut seneng hehe…
      Iyaaa hehe, kadang kalau pas ga pas jadi serem emang hasil USG 4D itu hihi.. πŸ˜€

  4. Terimakasih banyak sharingnya ya. Menantu saya lagi promil nih. Udh pernah IVF tapi belum diijinkan Allah swt. Semoga lancar kehamilannya ya Mak. Sehat selalu…Salam kenal…

    1. Sama-sama Ibuuu. Semoga menantunya segera dikaruniai buah hati ya Bu, insya Allah ga akan ada ikhtiar yg sia-sia.. πŸ™‚
      Salam kenal juga Ibu, terima kasih banyak doanya πŸ™‚

  5. Subhanallah mbak. Insya Allah dibalik semua ikhtiar ini ada kemudahan dan cerita indah dibaliknya.
    Semangat ya mbak.

    Aku juga kehamilan high risk, sehingga harus selalu di sirklase. Alhamdulillah udah lahiran.

    Tetap ikhtiar dan positip thinking ya mbak. *peluuukkk*

  6. Alhamdulillaaaaahhh bgt mbak , malam ini Allah rasanya kasih saya petunjuk via blog mbak fira..
    setelah hampir 2bulan perasaan sy campur2 ndak karuan pasca bayi sy juga meninggal.
    sungguh… tulisan mbak benar2 sedikit banyak kembali mengingatkan dan menguatkan saya bahwa Allah lah Maha Mengatur Segala Sesuatu dan Maha Berkehendak.
    Subhanallah perjuangan serta ikhtiar mbak senantiasa juga mengingatkan saya utk lebih kuat dan berpikir positif.
    Semoga Allah senantiasa melindungi mbak fira & bayinya , semoga Allah senantiasa memberikan barakahnya buat keluarga kecil mbak fira. amien
    peluk sayang buat mbak fira

    1. Mbak Icha, peluk erat dari jauh ya mbaaa :’)
      Semoga makin tegar dn kuat yah menjalani apapun yg Allah hadiahkan pada kita. Anak kita hanya berangkat duluan, insya Allah kita pun akan menyusulnya kelak. Semoga kita dan anak-anak dikumpulkan kelak di surga ya Mbaaa. Aamiin aamiiin. :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s