Islam · Perjuangan

Dan Rabbku Telah Mengabarkannya…

17850_sky_ocean_before_the_storm

Ada sebuah perasaan yang walau berhari-hari saya pikirkan padanan katanya, tetap tak ada juga satu pun yang bisa mewakilinya.

Semacam marah,

ditambah sedih,

juga miris dan malu,

terkadang kasihan,

walau juga tak habis pikir mengapa bisa sebegitunya.

Rumit? Ah iya.

Tapi sungguh, ditengah ikhtiar saya untuk mendamaikan diri sendiri, mengadem-ademkan hati sendiri, Allah datang dengan caranya yang tiba-tiba dan tak terduga. Menghentak saya. Membuat saya ternganga-nganga.

Kalam-Nya yang setiap hari saya bawa kemana-mana itu, ternyata hanya ada di tas saya, di kamar saya, di rak buku saya, walau setiap hari memaksa diri untuk merapalnya, bahkan satu-dua menghafalnya, tapi sungguh, ternyata ia tak sepenuhnya di hati saya. Buktinya, saya masih saja terkaget-kaget ketika membacanya.

 

Q.S. An-Nisa : 138

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih.”

Q.S. An-Nisa : 139

“(yaitu) orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Ketahuilah bahwa semua kekuatan itu milik Allah.”

Q.S. An-Nisa : 140

“Dan sungguh, Allah telah menurunkan (ketentuan) bagimu di dalam Kitab (Al-Quran) bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka jangan lah kamu duduk bersama mereka, sebelum mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena (kalau tetap duduk bersama mereka) tentulah kamu serupa dengan mereka. Sungguh, Allah akan mengumpulkan semua orang munafik dan orang kafir di neraka Jahannam.”

 

Maka jelaslah sudah, terang-benderang bagai matahari di siang hari. Allah telah mengabarkannya, sungguh, Allah telah mengabarkannya!

Bahwa bukanlah dari golongan Mukmin, mereka yang mengangkat pemimpin selain Muslim. Dan bukanlah dari golongan Mukmin, mereka yang duduk bersama dan tiada sakit hatinya ketika kalam-Nya dicela. Sungguh bukanlah golongan Mukmin, mereka yang tak terbuka hatinya ketika ayat-ayat ini dibacakan padanya.

Sungguh, wahai diri!

Periksa hati kita. Dimana kita letakkan iman kita? Masihkah kita ingin menjadi Mukmin, selamanya menjadi hamba Allah yang mengagungkan-Nya lewat sujud dan ruku kita? Atau sudah tiba saat dimana kita memisahkan Rabb kita dari hati kita? Mengingkari perkataan-Nya? Naudzubillah, naudzubillah…

Sungguh, wahai diri!

Bertaubatlah kita ini. Sebelum nafas kita berhenti, sebelum segalanya menjadi terlambat untuk diperbaiki…

Allaah, lembutkan hati kami yang keras ini, sejukkan jiwa kami yang gersang ini. Ampunilah kami. Bimbinglah kami. Jadikanlah kami sebagai hamba-Mu yang senantiasa bersegera mematuhi perintah-Mu, bersegera pula menjauhi larangan-Mu…

landscapes-sky-clouds-storm-rain-wallpaper-1

Hasbiyallah, laa ilaaha illa Huwa, ‘alaihi tawakkaltu wa Huwa Rabbul ‘arsyil ‘adziim… 

Cukuplah Allah bagiku, tiada sesembahan selain Dia, kepada-Nya aku bersandar diri dan Dia adalah pemilik arsy yang agung…

signature

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s