Islam · Perjuangan

Ketika Seruan itu Datang…

chalkboard

Duhai sungguh, tugas seorang Istri yang berusaha shalihah adalah menyiapkan sebaik-baik bekal untuk suaminya berjuang, menyetrikakan bajunya, memasukkan botol air minum, payung, dan pelindung agar ia tak kepanasan. Melepas suami dengan senyum penuh haru tapi juga gugup dan takut.

Jangan tanya bagaimana rasanya, ada sebongkah haru ketika suami memutuskan untuk ikut terjun bersama ratusan ribu Muslim membela kalam-Nya. Lelaki ini, ia bukanlah sosok yang gemar menyemplungkan diri dalam hiruk-pikuk euforia, ia tak pernah ikut aksi-aksi semacam ini sebelumnya. Seumur hidupnya. Ia bukanlah lelaki yang gemar mengepalkan tangan dan berteriak lantang. Ia bukan lelaki yang memilih aspal jalanan sebagai ranah perjuangan. Tapi Demi Allah, sungguh, Al-Quran yang kami cintai dihina, maka tak ada pilihan selain turun dan ikut membela.

Jangan tanya pula bagaimana takutnya saya, bayangan begitu banyak orang turun bersamaan di jalanan, beragam golongan, beragam latar belakang, bagaimana seandainya rusuh? Bagaimana kalau tiba-tiba kacau, kemudian aparat melepas tembakan? Bagaimana kalau nanti berjatuhan korban? Bagaimana kalau ia salah satunya? Terluka? Atau bahkan meregang nyawa?

Oh Allah, bukankah memang begini akhir hidup yang kami minta? Melepas nyawa dalam ikhtiar terbaik kami dalam menegakkan Dien-Mu?

Tapi sungguh, mengapa ketika kini semuanya terasa dekat, medan laga terhampar di depan mata, terselip rasa gugup dan takut…

 

“Berangkatlah kamu baik dalam keadaan berat maupun ringan,

dan berjihadlah kamu dengan harta dan jiwamu di jalan Allah.

Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.”

(QS. At-Taubah : 41)

 

panggilan-jihad_

 

Oh Allah, aku serahkan hidupku, matiku, hanya untuk-Mu…

Lindungilah suamiku, juga ratusan ribu para Muslim yang kini tengah berjuang membela kalam-Mu, 

Ya Allah, ridhoilah ikhtiar kami ini. Ikhtiar mereka yang turun ke jalan, juga ikhtiar kami yang duduk di rumah dan tak henti mendoakan. 

Sungguh tak ada sesuatu apapun yang menggerakkan hati-hati kami, selain kecintaan pada Mu, juga harapan semoga kelak tak ada lagi yang berani menginjak-injak Islam seperti ini…

Ridhoi kami, Ya Rabb..

 

 

Bumi Allah, 4 November 2016.

signature

2 thoughts on “Ketika Seruan itu Datang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s