Mahasiswa · Mimpi

Tak Pernah Seindah Ini

Tak Pernah Seindah Ini

Hari ini saya bahagia. Hari ini saya jatuh cinta.

Sungguh, rasanya seperti dihidupkan kembali. Diberikan lagi kesempatan hidup untuk menyadari, merenungi, kemudian memperbaiki diri.

 

Sepagi-pagi Allah karuniakan kami kejutan. Doa-doa yang kadang saya bahkan sampai terfikir, “Allah bosan ga ya aku doanya itu-itu mulu?” Kini Allah tunjukkan jawaban. Perlahan-lahan. Duhai, gembira sekali mendapatinya. Allah Maha Baik sayangkuu, Allah Maha Baik sungguh :’)

 

Hari ini pula, hari pertama saya menjadi pelajar kembali. Bukan mempelajari ilmu dunia seperti yang saya pelajari selama 24 tahun hidup ini. Tapi ilmu yang Allah jadikan ia sebagai jendela dunia akhirat, ilmu yang Allah jadikan sebagai sebuah kunci atas banyaknya ilmu lainnya.

Allaah, rasanya bahagia sekali! Saya belajar lagi, duduk di bangku, mendengarkan dosen, menulis, mencatat, mendapat tugas. Bedanya, kali ini saya merasa setiap detik rasanya sungguh berbeda, sungguh berharga!

Tempat saya belajar ini sungguh tak ada apa-apanya dibanding kampus saya dulu. Fasilitas tak mewah, nama besar nan prestisius pun tak punya. Sungguh tak ada apa-apanya! Tapi diantara sekian banyak tempat saya belajar, belum pernah ada yang membuat saya nyaris kewalahan menahan tangis bahagia selain tempat ini. Belum pernah ada satu pun dosen yang kalimatnya membuat saya bergetar dan tersedu-sedu selain di tempat ini. Belum pernah ada satu pun lembar buku yang saya dekap erat dan elus-elus selain buku-buku belajar di tempat ini.

Saya pernah duduk di kelas unggulan ketika SMP.

Saya pernah menjadi murid sekolah impian ketika SMA.

Saya pernah menjadi mahasiswa di kampus idaman jutaan orang se-Indonesia.

Tapi rasanya beda. Sungguh, tak pernah seindah ini!

Ah, duluu ketika SMA, saya pernah jatuh cinta setengah mati pada Ilmu Biologi. Rasa itu kemudian hilang, lenyap tak bersisa, lantas kini bangkit kembali, bahkan jauh jauh jaaauh lebih dahsyat ketimbang masa SMA dulu.

Saya kini jatuh cinta, dan berharap semoga selamanya saya akan jatuh cinta dan semakin cinta…

“Nikmat sekali, Fira! Nikmat sekali belajar ilmu Allah langsung pada ahlinya, langsung dengan bahasanya!” (Kiki, Fakultas Syariah LIPIA)

Ah. Saya memang belum sampai di tahap itu. Tapi ada getar mimpi di dalam sini, mimpi yang saya pikir sudah lama mati. Suatu hari nanti, saya tak ingin berhenti sampai disini. Saya pun ingin belajar lebih banyak lagi, lebih dalam lagi. Bedanya kali ini, sama sekali bukan karena embel-embel prestis dunia, bukan karena nama besar almamater yang melegenda, tapi karena dengan mempelajarinya, saya merasa jauh lebih dekat pada Sang Pencipta.

 

Allah. Terima kasih telah karuniakan nikmat sebesar ini.

Sungguh betapa hari ini mengubah banyak sekali hal di hidupku.

Alhamdulillah. Alhamdulillah.

Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmushoolihaat…

:’)

8 thoughts on “Tak Pernah Seindah Ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s