Islam · Muslimah

Pulang

Selepas maghrib ini, suami mengajak saya menonton sebuah video di YouTube. Ustadz Budi Ashari Lc. Sebuah video yang membuat saya terhenyak. Mbrebes mili, sebegini jauh ya kita-kita ini dari apa yang Allah perintahkan. Saya tidak membicarakan orang lain, tapi diri sendiri. Diri yang terkadang memprotes meminta hak berlebih, padahal Allah sudah karuniakan ladang pahala yang terbentang begitu luaaaaasss di dalam rumah, iya, di dalam rumah. Sebagaimana Allah perintahkan dalam Al-Ahzab : 33,

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu…”

Tak hanya itu, sepagi tadi suami mengirimi sebuah kalimat:

“Saya kagum…

Pada wanita yang walaupun memahami bahwa mencari nafkah sedikitpun bukan kewajibannya, namun dengan suka rela mereka turut terjun membantu, meringankan beban suami demi mengepulkan asap dapur…

Tapi entah mengapa saya lebih takjub, tatkala melihat seorang wanita yang memiliki peluang terbentang luas dihadapannya tuk meniti karir lebih tinggi dari para lelaki, namun mereka memilih bersabar, ridho, menahan ambisi dan keinginannya, berdiam dirumah suaminya menyerahkan waktu sepenuhnya tuk menjadi sebaik-baik perhiasan bagi suaminya dan madrasah utama bagi anak-anaknya…

Dan… yang paling menakjubkan lagi adalah tatkala melihat seorang suami menggenggam erat jemari isterinya seraya berbisik lembut:

“Duhai bidadari duniaku… akulah penanggung jawab sepenuhnya nafkah keluarga kita. Teguhkan dirimu dirumah tuk menjadi sebaik-baik ibu bagi anak-anak kita, yang kelak kan mengalirkan pahala tak terbatas hingga Allah kumpulkan kita di Surga-Nya”

(al-Akh Imam Mahdee -hafizhahullah-)
ACT El-Gharantaly, ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ

 

Duhai, memang setiap perempuan punya rumah. Bagi yang belum menikah, rumahnya adalah disamping Ibu Bapaknya. Ladang pahalanya adalah bakti pada orangtua. Bagi yang menikah, rumahnya adalah disisi suaminya. Ladang pahala tiada terkira sudah siap menanti di setiap sudut rumahnya. Suami dan anak-anaklah, mereka yang pertama dan utama.

Bismillah ya Allah, semoga Engkau ridho dan memberi jalan serta kemudahan, aamiin…

6 thoughts on “Pulang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s