Keluarga · Pregnancy

Calon Hafidz, Insya Allah

Akhir-akhir ini banyak sekali berita bahagia. Sanak saudara dan kawan-kawan yang melahirkan, mengantarkan para calon-calon pejuang tangguh untuk kelak berjibaku dengan hiruk-pikuk dunia. Semoga shalih shalihaah🙂

Pun obrolan sepagi tadi dengan suami, sebelum berangkat ke kantor

Saya : Mas mas, diantara semua bayi-bayi ini, kok Fira sukaaaa banget ya sama anakanya Ukhti A ini. Kayaknya dia itu mukanya adem gitu, teduh, kayak sabar gitu lho mas mukanya sejuk.. Cantik banget gitu keliatannya..

Suami : Yaiyalah pasti diajak murojaah terus itu, sejuz sehari.

Saya : Ya kalo itu mah aku juga sih, yang lain juga banyak yang kayak gitu ah. Ya walau kadang ga nyampe juga sih hehe

Suami : Itu kan tilawah, bukan murojaah.

Saya : Oooooooh. Murojaah. Ya iyalah kalo itu mah, beda jauh sih ya hapalannya.. Heu..

Barangkali dari sana saya kemudian merenungi diri..
Kelak nanti, seperti apa dan bagaimana ya anak kami..

Dan tiba-tiba saja, sepulang makan siang, TV kantor menayangkan acara kesukaan saya. Acara yang entah mengapa, selalu sukses membuat saya ingin menangis rasanya, tiap menontonnya rasanya terselip cemburu tapi juga bangga. Berharap kelak, anak kami menjadi salah satu diantara mereka..

Iya. Hafidz Indonesia.

Anak-anak hebat yang juga terlahir dari rahim yang hebat, didikan Ayah Ibu yang juga hebat.

Walau sering kali muncul rasa ragu dalam diri. Apa mungkin ya, kami bisa mendidik anak-anak yang di dalamnya terpatri Al-Quran, yang langkah-langkahnya sesuai Al-Quran, yang pemikiran-pemikirannya kelak adalah cerminan pemahaman Al-Quran, yang dari lisannya merdu suara-suara tilawah dan murojaah Al-Quran…

Barangkali memang kami bukan pasangan Hafidz-Hafidzah. Tapi boleh lah diri ini berdoa, semoga kelak janin dalam rahim dijadikannya keluarga Allah, penjaga kalam Allah..

Duhai diri, tapi tentu lebih baik jika kami semua menjadi keluarga penghafal Al-Quran, semustahil apapun, sesusah dan sepayah apapun, asal masih ada niat dalam diri. Insya Allah, semoga diberi jalan dan kemudahan.. Aamiin.

PS:
Dear adiknya Hafsha, baik-baik yaa di perut. Kelak, jadi hafidz 30 juz ya nak..🙂

FDL_8724

Sumber gambar

One thought on “Calon Hafidz, Insya Allah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s