Rindu

Dalam Doaku

“Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang
semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening
siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening
karena akan menerima suara-suara

Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala,
dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang
hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya
mengajukan pertanyaan muskil kepada angin
yang mendesau entah dari mana

Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung
gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis,
yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu
bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan
terbang lalu hinggap di dahan mangga itu

Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang
turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat
di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya
di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku

Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku,
yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit
yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia
demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi
bagi kehidupanku

Aku mencintaimu.
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan
keselamatanmu”

–Sapardi Djoko Damono, 1989.

Tidak pernah tidak gerimis rasanya ketika membaca puisi ini. Puisi Sapardi. Dulu, selalu dibuatnya penasaran, rasa cinta macam apa yang membuat seorang tergila-gila seperti ini? Rasa cinta macam apa yang membuat seorang Sapardi menuliskan ini? Lantas kini, agaknya Rabbi mengenalkanku pada sebongkah rasa, bahwa cinta itu memang tumbuh dalam bait-bait doa.. :’)

“Sungguh, Karena Alloh aku mencintaimu duhai istriku.
Dan biarlah para bidadari selalu cemburu
Atas ikhtiar ketakwaanmu
Atas dua insan yang menyatu berpadu mendekat menuju Alloh,
Robb ku Robb mu..
Laa haula wa laa quwwata illa billah
Semoga berkah Alloh ini senantiasa berlimpah..

Suamimu ^__^”

–Mas Yunis, 26 November 2013.

Allaah, terima kasih atas mawaddah yang kau izinkan hadir dalam hati-hati kami. Terima kasih telah karuniakan suami yang begitu mempesona. Bersamanya, aku merasakan syurga yang kian mendekat. Semoga..

Aku mencintaimu.
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu.

2 thoughts on “Dalam Doaku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s