Perjuangan

Ingatan

Ah, iya, jauh-jauh hari kau sudah tau ini akan terjadi, kan?

Bahwa akan selalu ada malam-malam muram yang membawakan kembali angan-angan,
atau selintas gemuruh yang pernah menderas, lalu membekas, dan engkau tak mampu menghapusnya lekas.

Sesuatu yang pernah kau ikrarkan dalam jiwamu,
sesuatu yang pernah kau rapalkan dalam doamu,
dengan segenap khidmatmu.

Angin mengaraknya kembali ke titik rindu,
dan engkau pun rikuh.

Tapi justru disitu letak ikhlas, kan?
seberapa besar kau mau merendahkan dirimu, demi meninggikan-Nya,
seberapa jernih kau takar niatmu, demi murni penghambaan pada-Nya.

Demi-Nya.
Demi-Nya.
Demi-Nya.
Bukankah memang harus selalu begitu adanya?

Lupakan soal suka dan tidak suka. Keduanya bukanlah konsekuensi. Kerjakan apa yang harus dikerjakan. Mungkin itu bukan sesuatu yang membahagiakan. Namun disitulah terletak kebesaran.”

Terima kasih banyak. Selamat tinggal.

Ketika memang harus meninggalkan karena-Nya, maka percayalah, Ia sendiri yang akan menyembuhkan perihnya. Bahkan, Ia memberikan ganti yang kelak takkan henti kau syukuri. Insya Allah.

Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui
(QS At-Taubah: 41)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s