Rindu

Bulan Juni, (masih) Rindu yang Sunyi

tumblr_l6f6qtgxt51qzwaddo1_500

Tak ada yang lebih tabah dari hujan Bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak dari hujan Bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif dari hujan Bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

-Sapardi Djoko Damono, 1989-

Dijadikannya rindu yang transparan, memberengus waktu yang dimabuk kasmaran. Di bawah perlintasan takdir, kita menyengaja hadir. Bersama mata, bersama hati, bersama daftar kata yang dicoret sana-sini.

Ternyata sudah Juni, lagi.

Sayangnya, rindu itu tetap sunyi. Tetap bisu menanti.
Barangkali memang hanya waktu, yang berkelindan, yang—sayangnya—masih enggan mengukuhkan.

2 thoughts on “Bulan Juni, (masih) Rindu yang Sunyi

    1. Fira sendiri juga ga tau Mba rindu pada apa, seriusan. Kalo baca puisi rindu apalagi punya Pak Sapardi, bawaannya ikut-ikutan rindu. Rindu imitasi ya begini ini ya -,-

      :’p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s