Perjuangan

Membangun Peradaban

Dewasa ini, kemanusiaan harus bergeser ke arah kesia-siaan. Pemuda harus terlibat dalam pemberontakan yang tidak berarti; dan bahwasanya filsafat, seni, dan kesusateraan berbicara mengenai segala sesuatu yang tidak berarti, termasuk ketidakberartian kemanusiaan. Ini adalah konsekuensi wajar dan tak terhindarkan dari penolakan terhadap suatu pandangan dunia yang bertuhan, karena mengingkari Tuhan dan kehadiran-Nya dalam eksistensi dan manusia, hanya membuat manusia tidak bertujuan..

–Dialog Peradaban

Membangun peradaban, apapun caranya, sekecil apapun lingkupnya, baik bergerak lewat social movement, merintis youth changemaker, membenahi birokrasi, bahkan sekalipun masih berwujud angan dalam kepala, kalau mau semua usaha itu tidak berujung pada kata sia-sia, maka jawabannya hanya satu: iman.

Karena dengannya, cakrawala pemikiran akan terbentang, niat yang tulus dan bersih akan terbit, kegigihan berjuang akan kokoh. Iya, di sana jawabannya: iman!

5 thoughts on “Membangun Peradaban

    1. Afwan, setelah sy baca lagi di Dialog Peradaban karya Ust Cahyadi memang tidak dijelaskan definisi peradaban, tapi sya pribadi menganggapnya sebagai kata yang menggambarkan kondisi kehidupan yang beradab, teratur dengan jelas dan berakhlak. Tapi tentu, sya kira Kak Kun pasti memiliki pandangan yang lebih luas dan lebih berbobot dari pandangan sya ini..

      1. Bahkan, sampai sekarang saya belum menemukan definisi peradaban yang sebenarnya. Dalam bahasa Arab, peradaban kadang ditulis dengan hadharah, dan kadang ditulis dengan madaniyah.

        Hanya saja, ada yang menarik dalam pernyataan Muhammad Naquib Al Attas: “Arti pendidikan secara keseluruhan terdapat dalam konotasi istilah tarbiyah, ta’lim dan ta’dib yang dipakai secara bersamaan.”

        Ta’dib, proses meng-adab-kan, disejajarkan dan digunakan untuk menjelaskan tentang pendidikan dan pengajaran.

      2. Nah, madani kak, begitu kurang lebih yang ada di kepala saya. Namun sekiranya, saya pernah berdiskusi dengan kawan, bagaimana kita membumikan bahasa langit, dan mungkin menurut saya kata peradaban ini agaknya bisa digunakan untuk menjadi bahasa ‘bumi’ dari apa yang kakak tulis diatas.

      3. Tementemen Hizbut Tahrir, membedakan antara hadharah dan madani. Dalam konsep mereka, hadharah adalah peradaban yang bersifat sistemis ideologis moralis (contohnya demokrasi, kapitalis, sosialis, dan komunis, ilmu religi, dan akhlak). Sementara madani bersifat administratif kompromis materialis (contohnya ilmu sains, teknologi, dan tata administrasi).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s