Rindu

Menunggu

bench-Vintage_style_photography_wallpapers_1366x768

Akhir-akhir ini suka sekali membaca blog yang berisi propaganda pergerakan mahasiswa. Hingga, entah, tak sengaja menemukan tulisan yang teramat berbeda yang terselip diantara sekian tulisan tentang pekik perjuangan.

Tulisan yang, umm, indah. Sampai speechless bacanya :”

“Saat itu terjadi, tak perlu menangis. Terlebih lagi sampai tersedu. Sebab sesungguhnya kita sama sekali tidak sedang memutuskan apa-apa. Hanya saja, terkadang butuh waktu buat kita, untuk memintal benang masing-masing. Menguatkannya, agar kelak ketika dirajut, tiada yang bisa memutuskannya kecuali kuasa Sang Maha Kuasa.

Maka mari kita saling menunggu, tanpa perlu berketuk pintu.

Aku menunggu. Kamu menunggu. Meski terkadang menunggu tak se-inci pun menyeret kita untuk bertemu di titik rindu. Tapi ah, adakah yang lebih indah dan syahdu dari dua jiwa yang saling menunggu? Yang tak saling menyapa, tapi diam-diam mengucap nama dalam do’a?”

Indah ya? :’)
Tulisan asli di sini

2 thoughts on “Menunggu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s