Perjuangan

Penyambung Pesan

Sudah ku katakan berkal-kali, tak ada satu pun diantara kita yang pernah,
menggiring matahari.

Di sini, tak ada pula diantara kita yang mampu sendirian,
menciptakan bulan.

Maka dari itu, sadarkah, Sang Rabb mempertemukan kita,
bukan lantaran sekedar untuk minum kopi dan merayakan candaan,
bukan pula untuk duduk manis dan,
menunggu bingkisan kenangan.

Sudah ku  katakan berkali-kali,
hingga lelah angka mengikuti,
hingga rasa bosan pun bosan menghinggapi.

Sudah ku katakan berkali-kali,
jalan kita ini panjang,
curam,
penuh tikungan,

jika tak diniatkan untuk semurni-murni cinta kepada-Nya,
kita hanya akan kelelahan dan terus kelelahan,
kemudian berhenti.
Mati.
Tak membawa apa-apa selain letih.

Ya Rabb, sudah ku katakan berkali-kali.
Pada diriku sendiri.
Padanya.
Pada mereka.
Pada kita semua.

Nyatanya kini, satu per satu berjatuhan.
Keluarga ini berantakan.

Ya Rabb, sudah ku katakan berkali-kali.
Pada diriku sendiri.
Padanya.
Pada mereka.
Pada kita semua.

Namun memang hanya Engkau sebenar-benar pemberi hidayah,
sebenar-benar pembuka cahaya.

Hanya Engkau. Hanya Engkau. Hanya Engkau.

Dan aku,
hanya penyambung pesan,
yang tak didengarkan.

One thought on “Penyambung Pesan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s