Perjuangan

Dunia Gaduh

“..berinteraksi dengan dunia gaduh dan ramai (dunia politik-red.) ini, secara perlahan-lahan akan mengurangi kepekaan iman dan spiritual kita. Yang kita rasakan kemudian adalah kurangnya kepekaan terhadap kemungkaran yang terjadi di sekeliling kita. Bahkan, kita mungkin tidak merasakan “amarah” yang wajib kita rasakan setiap kali menyaksikan kemungkaran.

..tetapi, kita telah memasuki dunia ini dan rasanya tidak mungkin kembali. Karena itu, yang harus kita lakukan sekarang adalah menutupi kelemahan-kelemahan itu dengan ilmu yang luas dan mendalam, ibadah yang banyak dan khusyuk..”

-Anis Matta, Menikmati Demokrasi-

 

Maka, jadilah singa padang pasir di siang hari, dan menjadi sesungguh rahib di malam hari. Ini memang resiko, resiko karena ‘melemparkan diri’ ke jalan juang ini.
Nyatanya, sadarlah selalu, bahwa niat harus tetap lurus terjaga, bahwa asupan ruhiyah harus selalu prima, dan budaya menasehati senantiasa tercipta…

 

“sahabatku, menjadi du’at berarti merelakan diri ditekan lebih berat, sesekali jatuh karena berakrobat, saat medan tak melulu mengizinkanmu menghadap kiblat.. Namun pada akhirnya kau mampu berkembang lebih cepat. Akselerasia.

kalian dipilih Allah dan tidak akan dibebani melebihi kapasitas. Insya Allah.”

-WNS-

 

(selepas membaca nasihat seorang saudari, untuk setiap dari kita yang terjun ke dunia siyasi)

2 thoughts on “Dunia Gaduh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s