Muslimah

Cemburu pada Palestina

Dari jalanan di Jakarta menuju Palestina.

Sama.

Sama-sama sedang terjajah.

Tapi disini, penjajahan itu dinikmati.

Disana, mereka bertempur melawan sampai mati.

Dengan apa?

Dengan batu, dengan kepalan tangan.

Menyulut saraf, menancapkan panji-panji kebenaran.

Menghentak peradaban.

Berkalung yakin akan janji Tuhan.

Sehingga tergetarlah alam melihat perjuangan.

—Rizki  Saputri, Dari Jalan Jakarta menuju Palestina Merdeka

Sepertinya amarah yang bergemuruh dalam dada tatkala menyaksikan penindasan Palestina kini meluntur, berganti dengan kecemburuan luar biasa.
Allah menyediakan mereka sebuah kesempatan mulia untuk  berjihad dengan jiwa dan tenaga, kesempatan untuk meraih kematian syahid yang indah. Seakan-akan, ribuan tiket gratis masuk surga sedang diumbar disana. Iya, diumbar. Siapapun yang ikhlas berjuang, ia akan mendapat tiket mulia, tentu dengan seizin Allah.
Siapa yang tak tergetar hatinya? Tatkala hampir setiap kali menyaksikan mereka yang diusung dengan keranda tengah tersenyum, sepertinya Allah telah dengan gamblang menunjukkan imbalan atas perjuangannya: syurga.

Coba lah ketik google, dan tanyakan padanya tentang senyum palestina. Kemudian yang kau tau adalah engkau yang tiba-tiba tergugu melihatnya. Senyum para mujahid yang gugur di medan juang, senyum yang begitu damai, senyum yang selalu kita impikan menghiasi wajah kita.

Nanti, ketika aku mati,

apakah aku juga akan tersenyum, seperti mereka ini?

 

sumber gambar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s