Mimpi

Tak Ada Alasan Untuk Tak Berprestasi #1

Saya ingin bercerita tentang pengalaman yang saya dapatkan kemarin, ketika saya mengikuti sebuah acara Pameran Beasiswa yang diadakan oleh komunitas Pemburu Beasiswa, acaranya di Aula FEUI, Depok, pada Sabtu 10 November 2012 di UI kemarin. Hmm, sebenarnya ini bukan review tentang apa yang disampaikan disana, tulisan ini lebih tentang apa yang saya dapatkan dari sana. Jadi, pakai sudut pandang dan pemikiran yang udah saya olah, gapapa ya😀

Karena jadwal commuter line STAN-Pondok Ranji-Tanah Abang-UI yang tidak sinkron dengan jadwal acara, jadilah saya dan teman2 terlambat sekitar satu jam sedangkan acara sudah masuk ke sesi 2. Ah, tak apa, setidaknya masih ada ilmu yang saya dapat🙂

Di sesi 2 ini, ada tiga pembicara yang semuanya keren-keren, tapi disini saya cuma mau bahas satu pembicara aja (yang menurut sya paling berkesan)😀

Bang Iko namanya, nama lengkapnya Radyum Ikono (kaget? Merasa familiar dengan kata radium? Sya juga waktu itu, seakan balik lagi ke bangku SMA dan belajar kimia, hehe) beliau dapet beasiswa S1 Materials Engineering di Nanyang Technological University (NTU) Singapore, dan begitu lulus langsung dapet lagi beasiswa S2 Biomedical Materials Science di Tsukuba University  (Japan) yang joint graduate programme dengan National Institute for Materials Science (NIMS).

Apa yang membuat saya hanya membahas beliau (padahal kan beliau laki-laki –terus kenapa, kita kan boleh menyerap ilmu dari siapapun kan hhe)?

Yang pertama adalah, bisa diliat sendiri yah betapa kerennya track-record pendidikan beliau, dimulai dari SMAN 8 Jakarta yang didaulat sebagai SMA Negeri terbaik se-Indonesia, kemudian NTU Singapore yang jadi impian banyak pelajar, kemudian Tsukuba University yang –katanya sih—institute teknik material terbaik di seantero Jepang gitu. Subhanalllah banget kan yah? Saya aja merinding dengernya :’)

Alasan yang kedua, tak lain dan tak bukan adalah karena beliau ini tarbiyah, Islamnya keren banget. Kok sya tau? Tau dong, kalo liat beliau langsung pasti juga bisa nebak kok🙂

Alasan yang ketiga, beliau datang sebagai pembicara seminar dengan keluarganya, seorang akhwat cantik dan seorang bayi mungil perempuan yang lucu banget. Ketiganya tampak seperti keluarga yang happily ever after, lengkap dengan aura hangat-ramah nan islami. So sweet lah pokoknya😀

Dan gabungan antara tarbiyah, prestasi melangit, dan keluarga samara ini lah yang kemudian membuat saya menegakkan telinga dan mendengar baik-baik setiap apa yang beliau sampaikan.

Ada beberapa point yang beliau sampaikan:

Pertama: Tentang Motivasi

Beliau berpesan: motivasi haruslah turunan dari lifeplan!

Maksudnya, dalam hidup ini kita harus lah menetapkan target hidup atau semacam tujuan besar, yang kemudian dari tujuan itu di breakdown menjadi lifeplan yang bertahap, dan dari lifeplan itu kita merancang alur masa depan kita tahap demi tahap, jenjang demi jenjang.

Kebanyakan dari kita, ketika ditanya apa alasan pengen kuliah di luar negeri, mayoritas menjawab: pengen nambah pengalaman, pengen nambah wawasan, pengen keluar zona nyaman, bahkan lebih banyak yang di dalam hatinya berniat keluar negeri hanya karena pengen jalan-jalan, pengen liat salju (ew) pengen ketemu bule (ini apalagi -,-) dan motivasi yang remeh-temeh lainnya.

Bang Iko bilang, motivasi-motivasi diatas bukannya salah, itu memang motivasi yang manusiawi, tapi sebagai seorang ‘pemburu beasiswa luar negeri’ tentu harusnya kita punya motivasi yang jauh lebih visioner. Penyedia beasiswa ga akan mungkin melirik kita-kita yang masih bertahan dengan motivasi seperti itu.

Lebih dari itu, Bang Iko memang hanya menjelaskan pentingnya motivasi pemburu beasiswa dimata penyedia beasiswa, tapi menurut saya pribadi, motivasi tidak hanya berperan dalam hal itu saja. Saya misalnya, sejak duduk di bangku SMP sudah bercita-cita untuk kuliah di luar negeri, tapi kenapa saya masih di sini-sini aja, dan keinginan itu seakan hanya terlisankan saja tanpa ada bukti usaha yang nyata, krna sya pribadi memang merasa tidak belum punya motivasi yang visioner dan (sepertinya) belum punya tekad yang membaja. Ketika ditanya, “Kenapa pengen kuliah di luar, shaf?” jawabannya tak pernah jauh dari kata, “kuliah di luar negeri itu kan kereenn.” Jadi tujuannya hanya buat keren-kerenan? Duniawi banget? Astaghfirullah T,T

Lebih dari itu, Bang Iko juga berpesan kurang lebih begini:

“Jadikan kuliah di luar negeri itu sebagai satu tahapan dalam hidup, jangan jadikan itu sebagai tujuan utama. Tujuan utama kita tetaplah tujuan dari keseluruhan hidup kita. Ketika kita memiliki tujuan hidup yang disana ternyata tidak membutuhkan kita untuk kuliah diluar negeri, ya sudah ga usah keluar negeri. Banyak orang yang sukses karena dia kuliah di luar negeri, tapi juga banyak orang yang kuliah di luar negeri tapi tak menjadi siapa-siapa setelahnya. Dahlan Iskan misalnya, dia tidak pernah kuliah di luar negeri tapi dia bisa jadi Menteri BUMN.”

Setelahnya, Bang Iko juga mengambil contoh begini:

“Kalau kalian pengen jadi pengusaha, dan sedang kuliah S1, ga perlu lulus S1 langsung lanjutin kuliah S2 di luar negeri! Itu bunuh diri namanya! Yang namanya wiraswasta itu butuh praktek, apa yang dipelajari di S1 di amalkan dulu, nyari pengalaman dulu di dunia kerja, kalau kalian langsung kuliah S2 ya buat apa, belum tentu sukses juga,”

Dari kalimat itu saya semakin mantap dalam mengambil 1 kesimpulan sederhana:

Kuliah di luar negeri itu cara mewujudkan tujuan hidup kita, bukan tujuan itu sendiri!

Jadi, pe-er buat kita adalah:

Menetapkan tujuan utama hidup kita, menyusun lifeplan, baru mengidentifikasinya!

Kalau ga butuh kuliah di luar negeri buat menuwujudkan mimpimu, ga perlu repot2 keluar negeri, tapi kalau kamu memang butuh keluar negeri, mari lanjutkan membaca sambungan tulisan ini disini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s