Muslimah

Kalau Aku Mati…

Beberapa hari ini inbox hape dipenuhi berita duka, dimulai dari meninggalnya salah seorang sekre lembaga yang dekat dengan mahasiswa di kampus, kemudian ayah dari salah seorang kawan seangkatan, kemudian adik kelas di SMA padahal ia masih duduk di kelas XI IPA, kemudian pagi kemarin, ayahanda seorang teman sekosan sekaligus teman sekelas saat tingkat 2 yang meninggal karena sakit. Juga, yang entah mengapa begitu membekas di hati, dua mahasiswa FK Undip, ukhti shalihah Novi dan ukhti shalihah Esti, kepergian mereka yang membawa duka teramat dalam bagi ku, dan mungkin bagi saudara-saudari muslim se-Indonesia. Betapa tidak? Kepergian mereka seakan menjadi peringatan yang nyata—sangat amat nyata!—yang hampir setiap saat berdenging di kedua kupingku…

 

Kita tidak pernah tahu kapan seseorang dipanggil menghadap-Nya, dan kita pun tak akan pernah tahu dipanggil dalam keadaan seperti apa…

 

Tentang Ukhti Novi, mahasiswa FK Undip yang meninggal karena kecelakaan, yang entah bagaimana caranya, aku yang tak kenal dan sama sekali tak tahu seperti sosoknya, bisa merasakan kedekatan dengannya. Merasakan pancaran hangatnya, merasakan getar-getar keshalihannya.

Pun dengan meninggalnya Almh. Ustdzh Yoyoh Yusro bertahun yang lalu, yang sosoknya hanya mampu ku tangkap dari berbagai artikel dan tausyiah rabbani, namun ketika mendengar kabar wafatnya beliau, betapa diri ini lemas dan tersedu sedan. Seakan merasakan hujan deras dan membadai dimana-mana. Seorang tauladan yang kini menemui kasihnya, menemui Rabb-nya.

Juga Kak Cah Kudus, yang aku juga tahu siapa dan bagaimana ia, hanya berkawan lewat jejaring sosial yang aku pun bahkan tak tau namanya yang sebenarnya. Yang kutau bahwa ia adalah seorang senior di kampus, yang aktif dalam barisan dakwah. Aku kerap membaca kalimat-kalimat tausyiah yang ia sampaikan di jejaring sosial, dan hanya mengenalnya dari sana, tak lebih. Hingga akhirnya sebuah kabar yang mengatakan bahwa ia telah bebas dari sakitnya, ia yang kemudian mendahuluiku menemui Rabb-nya. Dan aku hanya kembali menengok jejaring sosialnya, mendapati masih ada kata-kata tausyiah nan indah disana, dan menyadari bahwa pemiliknya telah paripurna. Kemudian aku hanya bisa gemetar sendirian. Menelan kenyataan.

 

Padahal aku tak mengenal mereka!

Padahal aku tak pernah berjumpa dengan mereka!

Aku tak pernah merasakan dekap hangat dan jabat tangan mereka, tak pernah berada dalam satu tempat yang sama hingga aku melihat wajah mereka, tak pernah sekalipun, satu kali pun!

Namun sungguh, aku merasakan betapa banyak manfaat yang mereka tinggalkan, begitu banyak hikmah yang mereka sebarkan, dan betapa aku belajar banyak dari kehadiran dan kematian mereka…

Duhai, begini kah jika seorang yang shalih meninggalkan bumi Allah, dan pergi menghadap-Nya? Begini kah rasanya ketika seorang shalih diambil oleh-Nya, dan berkuranglah para ‘alim di dunia. Duhai, Ya Allah, betapa mulianya mereka yang Engkau cabut nyawa mereka, hingga aku merasakan betapa besar kecintaan mereka pada-Mu bahkan ketika mereka tak lagi hidup di bumi yang sama denganku…

Lalu nanti, jika giliranku tiba, jika aku yang Engkau panggil Ya Allah, akankah diri yang hina ini mampu meninggalkan manfaat dan hikmah kepada mereka yang ku tinggalkan pergi? Mampu kah aku dengan amal Ibadah yang tambal sulam ini, dengan ketertatih-tatihanku dalam barisan dakwah ini, dengan segala kelemahanku dalam bermujahadah kepada-Mu, dengan segala muamalahku yang terseok-seok ini, mampu kah aku menjadi penerang jalan dakwah ini?

 

Inna sholaati wa nusuki wamahyaaya wamamaatii lillaahi robbil ‘aalamiiinn…”

 

Ya Allah, ketika tiba giliranku nanti, mungkin sore ini, mungkin malam ini, mungkin esok hari, atau mungkin bertahun-tahun lagi, jika tiba saatnya malaikat-Mu datang untuk mencabut nyawaku, matikanlah aku dalam keadaan khusnul khotimah, dalam keadaan syahid di jalan cinta-Mu, dalam keadaan suci dengan iman dan taqwa yang murni hanya untuk-Mu… Aamiiin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s