Pengubah Dunia

Kau tau, dear, mengapa aku selalu menyukai orator demonstran?
Karena tatapan matanya,
tajam menggelorakan,
kata-katanya
lincah menggerakkan.
Dan dari derap langkahnya,
revolusi peradaban dimulakan..

–Selepas menyaksikan para mahasiswa yang membakar semangat para pedagang stasiun. Polemik penggusuran oleh PT. KAI.

16 Januari 2013.

Tulisan ini, mulanya saya simpan rapi dalam hati. Hanya ingin saya bagi dengan diri sendiri. Namun sore ini, saya rasanya hampir menangis ketika membaca majalah #Civitas edisi kali ini. Menyadari potongan demi potongan semangat yang, ternyata, masih bisa saya pungut lewat kalimat-kalimat rapi majalah ini.

Lantas di sampul belakang, saya tersentak, seakan hampir berteriak. Kemudian mendekapnya erat, lekat-lekat, sambil merasakan degup jantung yang melompat-lompat.

“Menyusuri jalan-jalan sempit, meninggalkan lorong-lorong yang mengimpit, mengawal langkah ke dinamika yang lebih ekspansif. Engkaulah sang pengawal kelahiran revolusi. Bangkitmu adalah bangkitnya peradaban, mundurmu adalah mundurnya kehidupan. Dan kini, kalaupun dalam tiap detik kau terus menggenggam ponsel, menyandang kamera, atau menyumpal telinga dengan nada-nada, semoga kau tak lupa pada wangi kertas dan hitamnya tinta pena. Dan semoga orbit larimu tidak berputar sebatas itu saja. Karena pemuda, engkaulah jantung pergerakan dunia.”

–Civitas edisi Pemuda, 18 Maret 2013

Saya ini pemuda, orang bilang, pemuda bisa mengubah dunia.

Selalu kagum pada mereka yang berteriak lantang, mengepalkan tangan. Selalu kagum pada mereka yang mencintai jalanan, menangguhkan teriknya sengatan. Selalu bermimpi ingin menjadi seperti mereka, menjadi satu diantara mereka. Orang-orang yang mau dan mampu mengubah. Orang-orang ksatria.

Saya ini pemuda, orang bilang, pemuda bisa mengubah dunia.

Allah, maafkan saya, rupa-rupanya belum kukuh diri ini berusaha, karena bahkan menegakkan kebenaran pun saya masih terbata-bata..

About these ads

2 thoughts on “Pengubah Dunia

  1. Versi lengkap:

    Tangan terkepal erat.
    Menggenggam cita-cita dua puluh empat karat.
    Lintas benua, lintas era, terdengar gemuruhmu mengentak.
    Keluar dari jalan-jalan sempit, meninggalkan lorong-lorong yang mengimpit, mengawal tapak langkah ke dinamika yang lebih ekspansif, mendengar teriakan beraroma perjuangan yang masif.

    Engkaulah sang pengawal kelahiran revolusi, sebab bangkitmu adalah bangkitnya peradaban.
    Mundurmu adalah mundurnya kehidupan.

    Dan kini, kalaupun dalam tiap detiknya kau harus menggenggam ponsel, menyandang kamera, menyumpal telinga dengan nada-nada, semoga kau tak lupa pada buku yang mengusam dan tinta pena yang hitam.
    Dan semoga, orbit larimu tidak berputar sebatas itu saja.

    Karena pemuda, engkaulah jantung pergerakan dunia.
    :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s